KOTABARU, Swara Baswara – Dampak musim kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat di Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru.
Selain sektor pertanian yang mengalami penurunan hasil, warga setempat kini juga mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat aliran PDAM yang tidak lagi mengalir.
Hal tersebut terungkap saat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotabaru melalui Bidang Komunikasi Publik dan Persandian (Komblik) melakukan kunjungan kerja langsung ke Kecamatan Hampang untuk memantau kondisi warga di tengah musim kemarau.
Kepala Kasi Pemerintahan Kecamatan Hampang, Anang Herdin, yang mewakili camat setempat menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki komoditas unggulan seperti jagung dan pisang. Namun, kemarau berkepanjangan membuat para petani gagal panen.
”Potensi yang ada di Hampang ini adalah jagung dan pisang. Akan tetapi, saat musim kemarau seperti sekarang, sudah tidak bisa panen lagi,” ujar Anang, dikutip dari MC Kotabaru.
Tidak hanya sektor pertanian, krisis air bersih juga menjadi persoalan krusial bagi warga. Karena aliran PDAM sudah mati, masyarakat terpaksa merogoh kocek untuk membeli air bersih dengan harga berkisar antara Rp60 ribu hingga Rp200 ribu per tong demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kunjungan lapangan yang dilakukan oleh Diskominfo Kotabaru ini diharapkan dapat memetakan berbagai persoalan mendesak di lapangan, sehingga informasi mengenai kondisi masyarakat di Kecamatan Hampang dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.


