BANJARMASIN, Swara Baswara — Pemerintah pusat menggelontorkan bantuan presiden (banpres) dengan total nilai mencapai Rp180 miliar untuk mempercepat penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Penyaluran anggaran besar ini merupakan bagian dari kebijakan nasional senilai Rp1,235 triliun yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto guna menanggulangi krisis karhutla di berbagai wilayah terdampak di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menjelaskan bahwa dana bantuan tersebut telah ditransfer langsung ke kas daerah masing-masing kabupaten/kota penerima.
”Bantuan pemerintah pusat tahap kedua tersebut sudah ditransfer. Total bantuan pemerintah pusat sebesar Rp1,235 triliun yang ditekankan oleh Presiden,” ujar Sugiono dalam konferensi pers di Jakarta.
Berdasarkan data alokasi yang dihimpun, total dana Rp180 miliar untuk Kalsel tersebut disalurkan dalam dua gelombang.
Pada tahap pertama, bantuan senilai Rp100 miliar telah digelontorkan kepada Pemprov Kalsel sebesar Rp30 miliar, disusul Kabupaten Tanah Laut (Rp20 miliar), Kota Banjarbaru (Rp15 miliar), Kabupaten Tapin (Rp15 miliar), Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Rp10 miliar), serta Kabupaten Tanah Bumbu (Rp10 miliar).
Sementara itu, pada penyaluran tahap kedua senilai Rp80 miliar, Kabupaten Banjar tercatat sebagai penerima terbesar di Kalsel dengan alokasi mencapai Rp20 miliar karena dikategorikan sebagai wilayah terdampak sangat parah.
Enam daerah lainnya yakni Kabupaten Balangan, Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kotabaru, dan Tabalong masing-masing memperoleh Rp10 miliar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, membenarkan bahwa dana bantuan tahap kedua tersebut telah masuk ke rekening daerah.
Kendati demikian, pihak pemerintah kabupaten bersama BPBD masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut guna merumuskan desain penggunaan anggaran secara transparan.
Pemerintah pusat menegaskan bahwa dana banpres ini difokuskan untuk dua kebutuhan utama, yakni penanganan kesehatan masyarakat terdampak kabut asap seperti penyediaan layanan medis, masker, oksigen portabel, dan penanggulangan ISPA serta optimalisasi operasi pemadaman di lapangan.
Dengan tambahan suntikan dana segar ini, penanganan karhutla di Kalsel diharapkan dapat semakin maksimal dan mempercepat pemulihan kualitas udara bagi masyarakat.








