JAKARTA, Swara Baswara – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan penanganan situasi darurat bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Senin hingga Selasa, 12–13 Oktober 2026.
Disita dari rilisan BNPB, berbagai kejadian yang mendominasi atensi meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta banjir akibat anomali cuaca.
Kasus karhutla tercatat melanda beberapa daerah, di antaranya Kabupaten Minahasa (Sulawesi Utara), Kota Palopo, Kabupaten Pinrang, dan Kabupaten Toraja Utara (Sulawesi Selatan), serta Kabupaten Jombang (Jawa Timur).
Tim gabungan bersama BPBD setempat bergerak cepat melakukan pemadaman darat hingga pembasahan hingga sebagian besar titik api berhasil dikendalikan.
Selain karhutla, kekeringan melanda empat kecamatan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, akibat kemarau panjang yang mengeringkan sumber air bersih bagi ribuan jiwa. Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Subang telah mendistribusikan bantuan air bersih ke titik-titik warga terdampak.
Sementara itu, bencana banjir akibat luapan sungai dipicu curah hujan tinggi menerjang wilayah Sumatra, meliputi Kabupaten Langkat dan Kota Binjai di Provinsi Sumatra Utara.
Ribuan warga terdampak dan sebagian terpaksa mengungsi, sementara tim gabungan masih berfokus melakukan evakuasi, penyaluran logistik, serta pencarian satu korban hilang di Langkat.
Menyikapi rentetan bencana ini, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi karhutla dengan tidak membuka lahan secara membakar, serta berhati-hati terhadap ancaman banjir di tengah cuaca ekstrem.








