BATULICIN, Swara Baswara — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan produksi tempe di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), area Balai Latihan Kerja (BLK), Rabu (21/10/2026).
Dalam kegiatan produktif tersebut, sebanyak dua orang warga binaan dilibatkan secara langsung untuk mengelola proses pembuatan tempe yang menghasilkan 30 bungkus per hari.
Seluruh rangkaian proses dikerjakan secara teliti, mulai dari pencucian dan perendaman kedelai, perebusan, pengupasan kulit ari, penirisan, hingga pencampuran ragi dan pengemasan untuk proses fermentasi.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menjelaskan bahwa konsistensi produksi tempe ini tidak hanya berfungsi untuk melatih keterampilan kerja, tetapi juga menanamkan kedisiplinan serta rasa tanggung jawab bagi para warga binaan.
”Produksi tempe ini tidak hanya menjadi sarana belajar keterampilan, tetapi juga melatih kedisiplinan dan tanggung jawab Warga Binaan dalam bekerja. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus berkembang dan menjadi bekal untuk membangun kemandirian setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Harry Indrawan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan pentingnya mengarahkan program kemandirian pada kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata. Seluruh hasil produksi tempe ini nantinya didistribusikan langsung ke Dapur Sehat Lapas Batulicin sebagai pelengkap menu makanan bergizi bagi warga binaan.
Melalui pembinaan keterampilan yang berkelanjutan ini, pihak lapas berharap para warga binaan memiliki keahlian praktis dan jiwa wirausaha, sehingga siap kembali mandiri dan produktif saat kembali berintegrasi dengan masyarakat luas.








